25 Desember, 2011

Den Basito-Anak Alam

Coba dengarkan bisikan sang alam.
coba dengarkan nyanyian satwa liar.
siulan angin desirkan kerinduan…akan indahnya alam kita.
Coba dengarkan bisikan sang alam,.deburan ombak menghantam batu karang.
Hembusan angin tenangkan jiwa…oowyooyoo
Oh indahnya laut kita…
Hingga datang nafsu manusia-manusia serakah yang tak peduli hancurkan alamku yang indah……
mengoyak nadi bumi pertiwi jangan biarkan ini terjadi…..
Reff:
Aku ini milik alam… oowyooyoo
Dan ala mini milikmu…
Aku ini anak alam…
Dan alam ini untuk anakmu…..

Download Lagunya
Den Basito-Anak Alam

23 Desember, 2011

SEPENGGAL KISAH PENDAKIAN GUNUNG HALAU-HALAU (Bag-2)

           Pagi Minggu 3 Juni, kami terbangun seperti biasa dalam keadaan ganteng dan aneh juga kenapa selalu begitu, mungkin inilah yang dinamakan takdir. hahah..
seluruh anggota tim bersiap membersihkan lokasi camp. Dan menyiapkan logistik sebagai asupan energy perjalanan hari ini menuju Puncak tertinggi di Selatan Borneo ini.
sambil menunggu sarapan masak, anggota memanfaatkan waktu untuk membersihkan diri, dan foto-foto mengabadikan perjalanan ditempat ini.
Mr.Gentong :)
       Pukul 10an setelah selesai memenuhi hak cacing diperut, kami siap-melanjutkan perlanan menuju camp II “Jumantir” Sekitar 2 jam tracking. tempat ini biasa dijadikan pendaki sebagai camp.

20 November, 2011

SEPENGGAL KISAH PENDAKIAN GUNUNG HALAU-HALAU (Bag-1)



                        Sabtu 2 Juli 2011 aku dan beberapa orang saudara dari Mapala meratus IAIN Antasari Banjarmasin. melakukan ekspedisi dengan tujuan pertama ke Puncak gunung besar (halau-halau) 1901 mdpl Hulu Sungai Tengah . Halau-Halau merupakan puncak tertinggi di gugusan pegunungan Meratus.
            Berangkat dari rumah nenek saudara gentong di Kandangan sekitar jam 7:30-an. Setelah sekitar 3 jam perjalanan menggunakan pick up kami pun sampai di Batu Kambar desa dimana start pendakian dimulai. Senyuman hangat nan jujur dari masyarakat sini seolah menggantikan ucapan selamat datang pada kami.
“ Ketika perbedaan bukan sebuah penyebab perpecahan, semua damai di sini tiada kelompok penindas, dan tiada kebencian karena ditindas”

16 November, 2011

KETIKA ALAM BERBISIK MEMANGGILKU


“Kau terlalu cantik sehingga sulit hatiku untuk berpaling darimu dan kau terlalu indah sehingga wajar untuk selalu ku rindukan”.
            Wajar jika aku selalu merindukan tempat ini. Karena hampir setiap pekan aku menginjakkan kaki di tempat ini, dan berbagi waktu disini.
            Hari ini entah kenapa setelah terjaga dari tidurku yang terfikir diotakku hanya tempat ini, bisikan anginnya seperti membisiku untuk datang, dan pepohonan seakan menyapa dan memanggil diriku….Ardhi kemarilah mendekat dan bercumbu denganku, kan kudekap dirimu dengan penuh kemesraan dan kedamaian.
Seperti membius dan menghipnotis fikiranku sehingga ku tak kuasa untuk melawannya. aku terlalu mencintai tempat ini, Gunungnya, Pepohonannya, Rerumputannya, suara Air Terjun dan sungai serta nyanyaian Angin,seluruh binatang, bahkan serangganyapun begitu menakjubkan bagiku. Subhanallah..

14 November, 2011

Bingung Dosen Aku Bingung.

            Semstinya semester ini aku sudah menyelesaikan kuliahku tapi karena “malas” maka harus menjalani kuliah bersama adik-adik angkatan. Tapi satu yg membuatku tidak bersemangat kali ini yaitu mata kuliah yang kusuka di isi oleh dosen diktator yang menurutku tidak memenuhi standar kualifikasi sebagai dosen. Lalu bagaimana mahasiswa bisa berkembang menjadi orang-orang yang kritis-idealis sementara dosennya hanya mendoktrin tanpa menerima masukan apalagi kritikan.
           Sepertinya adik-adik tempat aku numpang belajar dikelasnya ini juga merasakan bahkan mungkin lebih parah karena gak paham dan ketika bertanya dosennya pun seperti gak paham sedang menjelaskan apa. Namun apabila diberi masukan walaupun berbusa dan ngutip buku sana-sini pun tetap sulit dia terima, entah karena menjelaskannya salah, beliaunya gengsi atau memang beliau yang gak paham dengan mata kuliah yang dia ajarkan. Ah sudahlah..
           Jadi teringat Soe Hok Gie “Guru bukan dewa yang selalu benar, dan murid bukan kerbau”. Tapi inilah adanya, mungkin yang terpenting saat ini aku selesai mata kuliah ini, tanpa harus berharap tercerdaskan! Karena tuntutan didepan lebih konyol yaitu skripsi untuk mendapatkan selembar ijazah, dan ijazah ini yang konon menentukan kesuksesan seseorang dan cepat lambat mendapatkannya adalah standarisasi intelektual dan kecerdasan seorang mahasiswa.. Huph,,Nikmati Sajalah!


 

11 November, 2011

KURMA SEBAGAI MAKANAN ALTERNATIF PENDAKI

            
            Bagi para penggiat petualangan alam bebas tentu makanan adalah salah satu hal yang paling penting diperhatikan dalam perencanaan. Karena pendakian tanpa membawa bekal sama dengan “Orang yang sedang berperang tanpa senjata”. Dalam menejemen ekspedisi hal ini pasti sudah menjadi hal yang wajib bagi para petualang. Beras, Mie Instan, Sarden, kornet, hingga cokelat menjadi bawaan yang umum dibawa oleh pendaki. Tapi ada satu lagi makanan utama yang semestinya harus dibawa para pendaki yaitu Kurma kenapa kurma?

27 Oktober, 2011

Lahirnya Petualang-Petualang Baru di Mapala Meratus


        Alhamdulillah, setelah beberapa pekan fokus pada Pendidikan Dasar (DIKSAR) Mapala Meratus ke XX akhirnya Meratus kembali melahirkan petualang-petualang muda petualang yang diharapkan bisa meneruskan tongkat estafeta Meratus ke depan. Petualang yang mencintai alamnya bukan hanya menikmatinya. Petualang yang memiliki intelektualitas dan bisa memberi kontribusi positif bagi lingkungan dan alam sekitarnya.
       Diksar kali ini bisa dikatakan telah memecahkan rekor sejak awal Mapala Meratus didirikan karena terjaring 28 Anggota Muda, setelah melewati seleksi yang lumayan keras. Pada awalnya ada 59 Mahasiswa yang mendaftar tapi karena berbagai hal mereka menggugurkan diri, entah takut kuliahnya terbengkalai, padahal masalah kuliah itu hanya masalah manejemen. Sehingga jangan jadikan organisasi sebagai kambing hitam, adapun individu-individu yang relatif lambat menyelesaikan study itulah pilihan. 
Ada juga yang memgundurkan diri untuk membuktikan kepengecutaanya terhadap metode pendidikan Mapala yang mungkin tidak seperti yang mereka bayangkan, dan tidak jaraang yang termakan propaganda opini klasik yang menjudge seolah Mapala adalah organisasi hitam, padahal tau apa orang luar tentang kami?
Kami hanya kumpulan petualang kehidupan yang diikat oleh simpul persaudaraan.
      Dan bagi saudara-saudara kami  yang baru, Selamat bergabung di keluarga besar MAPALA MERATUS, tapi ini adalah awal kalian baru menyelesaikan satu tahapan dan melewati satu seleksi. Sesungguhnya seleksi yang jauh lebih keras menunggu didepan, seleksi itu adalah seleksi alam. Ingat kawan, hanya pohon yang cukup kuat yang mampu melawan derasnya angin yang berhembus!
Terus eksplorasi ilmu yang bisa kalian dapatkan di tempat ini dan teruslah menjadi pemulung yang memulung ilmu-ilmu yang berserakan di manapun itu.
        Jadi kan alam sebagai guru kalian yang mengenalkan kalian tentang hakikat kehidupan serta membimbing kalian dan mengenalkan kalian pada Sang Pemilik Alam sesungguhnya.


                                                                                                                     Banjarmasin, 27 Oktober 2011