Tampilkan postingan dengan label Adventure. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adventure. Tampilkan semua postingan

17 September, 2012

BENARKAH MAPALA HANYA NAIK GUNUNG?



            Banyak opini ataupun persepsi yang ada dibenak orang-orang ketika mendengar kata MAPALA. Ada yang menganggap hanya sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang menyalurkan minat dan bakat Mahasiswa dibidang kepecinta alaman dan petualangan di alam bebas, bahkan tidak sedikit yang hanya menganggap mapala sebagai kumpulan orang-orang yang kerjaannya naik gunung dengan pakaian lusuh serta bertampang agak dekil.

            Mapala sendiri singkatan dari Mahasiswa Pecinta Alam. Dari sini sebenarnya sudah sedikit dapat kita gambarkan  bahwa mapala adalah organisasi yang dalam aktivitasnya berkaitan dengan alam dan pelestariannya.
Adapun terkait dengan aktivitasnya dialam bebas seperti Pendakian gunung, Pemanjatan tebing, Penelusuran Goa, hingga arung jeram memang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan Mapala.
            Namun terlalu tergesa-gesa jika kita lantas menyimpulkan bahwa aktivitas Mapala dalam hal ini saya mengangkat mapala meratus khususnya, yang kerjanya hanyalah naik gunung. Karena Pendaki gunung belum tentu mapala dan Naik gunung bukanlah satu-satunya kegiatan Mapala.
Lalu?? Mari kita berdiskusi!

23 Desember, 2011

SEPENGGAL KISAH PENDAKIAN GUNUNG HALAU-HALAU (Bag-2)

           Pagi Minggu 3 Juni, kami terbangun seperti biasa dalam keadaan ganteng dan aneh juga kenapa selalu begitu, mungkin inilah yang dinamakan takdir. hahah..
seluruh anggota tim bersiap membersihkan lokasi camp. Dan menyiapkan logistik sebagai asupan energy perjalanan hari ini menuju Puncak tertinggi di Selatan Borneo ini.
sambil menunggu sarapan masak, anggota memanfaatkan waktu untuk membersihkan diri, dan foto-foto mengabadikan perjalanan ditempat ini.
Mr.Gentong :)
       Pukul 10an setelah selesai memenuhi hak cacing diperut, kami siap-melanjutkan perlanan menuju camp II “Jumantir” Sekitar 2 jam tracking. tempat ini biasa dijadikan pendaki sebagai camp.

20 November, 2011

SEPENGGAL KISAH PENDAKIAN GUNUNG HALAU-HALAU (Bag-1)



                        Sabtu 2 Juli 2011 aku dan beberapa orang saudara dari Mapala meratus IAIN Antasari Banjarmasin. melakukan ekspedisi dengan tujuan pertama ke Puncak gunung besar (halau-halau) 1901 mdpl Hulu Sungai Tengah . Halau-Halau merupakan puncak tertinggi di gugusan pegunungan Meratus.
            Berangkat dari rumah nenek saudara gentong di Kandangan sekitar jam 7:30-an. Setelah sekitar 3 jam perjalanan menggunakan pick up kami pun sampai di Batu Kambar desa dimana start pendakian dimulai. Senyuman hangat nan jujur dari masyarakat sini seolah menggantikan ucapan selamat datang pada kami.
“ Ketika perbedaan bukan sebuah penyebab perpecahan, semua damai di sini tiada kelompok penindas, dan tiada kebencian karena ditindas”

16 November, 2011

KETIKA ALAM BERBISIK MEMANGGILKU


“Kau terlalu cantik sehingga sulit hatiku untuk berpaling darimu dan kau terlalu indah sehingga wajar untuk selalu ku rindukan”.
            Wajar jika aku selalu merindukan tempat ini. Karena hampir setiap pekan aku menginjakkan kaki di tempat ini, dan berbagi waktu disini.
            Hari ini entah kenapa setelah terjaga dari tidurku yang terfikir diotakku hanya tempat ini, bisikan anginnya seperti membisiku untuk datang, dan pepohonan seakan menyapa dan memanggil diriku….Ardhi kemarilah mendekat dan bercumbu denganku, kan kudekap dirimu dengan penuh kemesraan dan kedamaian.
Seperti membius dan menghipnotis fikiranku sehingga ku tak kuasa untuk melawannya. aku terlalu mencintai tempat ini, Gunungnya, Pepohonannya, Rerumputannya, suara Air Terjun dan sungai serta nyanyaian Angin,seluruh binatang, bahkan serangganyapun begitu menakjubkan bagiku. Subhanallah..

11 November, 2011

KURMA SEBAGAI MAKANAN ALTERNATIF PENDAKI

            
            Bagi para penggiat petualangan alam bebas tentu makanan adalah salah satu hal yang paling penting diperhatikan dalam perencanaan. Karena pendakian tanpa membawa bekal sama dengan “Orang yang sedang berperang tanpa senjata”. Dalam menejemen ekspedisi hal ini pasti sudah menjadi hal yang wajib bagi para petualang. Beras, Mie Instan, Sarden, kornet, hingga cokelat menjadi bawaan yang umum dibawa oleh pendaki. Tapi ada satu lagi makanan utama yang semestinya harus dibawa para pendaki yaitu Kurma kenapa kurma?

27 Oktober, 2011

Lahirnya Petualang-Petualang Baru di Mapala Meratus


        Alhamdulillah, setelah beberapa pekan fokus pada Pendidikan Dasar (DIKSAR) Mapala Meratus ke XX akhirnya Meratus kembali melahirkan petualang-petualang muda petualang yang diharapkan bisa meneruskan tongkat estafeta Meratus ke depan. Petualang yang mencintai alamnya bukan hanya menikmatinya. Petualang yang memiliki intelektualitas dan bisa memberi kontribusi positif bagi lingkungan dan alam sekitarnya.
       Diksar kali ini bisa dikatakan telah memecahkan rekor sejak awal Mapala Meratus didirikan karena terjaring 28 Anggota Muda, setelah melewati seleksi yang lumayan keras. Pada awalnya ada 59 Mahasiswa yang mendaftar tapi karena berbagai hal mereka menggugurkan diri, entah takut kuliahnya terbengkalai, padahal masalah kuliah itu hanya masalah manejemen. Sehingga jangan jadikan organisasi sebagai kambing hitam, adapun individu-individu yang relatif lambat menyelesaikan study itulah pilihan. 
Ada juga yang memgundurkan diri untuk membuktikan kepengecutaanya terhadap metode pendidikan Mapala yang mungkin tidak seperti yang mereka bayangkan, dan tidak jaraang yang termakan propaganda opini klasik yang menjudge seolah Mapala adalah organisasi hitam, padahal tau apa orang luar tentang kami?
Kami hanya kumpulan petualang kehidupan yang diikat oleh simpul persaudaraan.
      Dan bagi saudara-saudara kami  yang baru, Selamat bergabung di keluarga besar MAPALA MERATUS, tapi ini adalah awal kalian baru menyelesaikan satu tahapan dan melewati satu seleksi. Sesungguhnya seleksi yang jauh lebih keras menunggu didepan, seleksi itu adalah seleksi alam. Ingat kawan, hanya pohon yang cukup kuat yang mampu melawan derasnya angin yang berhembus!
Terus eksplorasi ilmu yang bisa kalian dapatkan di tempat ini dan teruslah menjadi pemulung yang memulung ilmu-ilmu yang berserakan di manapun itu.
        Jadi kan alam sebagai guru kalian yang mengenalkan kalian tentang hakikat kehidupan serta membimbing kalian dan mengenalkan kalian pada Sang Pemilik Alam sesungguhnya.


                                                                                                                     Banjarmasin, 27 Oktober 2011

15 Maret, 2011


LIST GUNUNG DAN PUNCAK SELURUH INDONESIA

ACEH
1. Gn. Leuser 3,445 mdpl Kab. Aceh Selatan/Aceh Tenggara
2. Gn. Bandahara 3,030 mdpl Kab. Aceh Tenggara
3. Gn. Abong-Abong 2,885 mdpl Kab. Aceh Barat/Aceh Tenggara
4. Gn. Geureudong 2,855 mdpl Kab. Aceh Utara
5. Gn. Batee Keubele 2,840 mdpl Kab. Aceh Pidie
6. Gn. Tangga 2,500 mdpl Kab. Aceh Barat
7. Gn. Ulumasen 2,390 mdpl Kab. Aceh Barat
8. Gn. Peutsago 2,380 mdpl Kab. Aceh Pidie
9. Gn. Bateemiucica 2,140 mdpl Kab. Aceh Barat
10. Gn. Sulawah Agam 1,808 mdpl Kab. Aceh Besar
11. Gn. Sembuang 1,615 mdpl Kab. Aceh Timur

SUMATERA UTARA
1. Gn. Sinabung 2,457 mdpl Kab. Karo
2. Dk. Sibuatan 2,457 mdpl Kab. Karo
3. Gn. Sihabuhabu 2,300 mdpl Kab. Tapanuli Selatan
4. Gn. Sorik Marapi 2,145 mdpl Kab. Mandailing Natal
5. Gn. Sibayak 2,094 mdpl Kab. Karo
6. Gn. Pinapan 2,037 mdpl Kab. Tapanuli Utara
7. Gn. Tampulon Anjing 2,009 mdpl Kab. Tapanuli Selatan

SUMATERA BARAT
1. Gn. Talakmau (Ophir) 2,912 mdpl Kab. Pasaman
2. Gn. Pasaman 2,900 mdpl Kab. Pasaman
3. Gn. Marapi 2,891 mdpl Kab. Agam
4. Gn. Singgalang 2,877 mdpl Kab. Agam
5. Gn. Talang 2,690 mdpl Kab. Solok
6. Gn. Pantai Cermin 2,690 mdpl Kab. Solok/Kab. Pesisir Selatan
7. Gn. Kulabu 2,172 mdpl Kab. Pasaman
8. Gn. Tandike 2,172 mdpl Kab. Padang Pariaman
9. Gn. Sago 1,597 mdpl Kab. Limapuluh Kota

RIAU KEPULAUAN
1. Gn. Jadi 1,891 mdpl Kab. Sampas
2. Gn. Daik 1,165 mdpl Kab. Pulau Siantan

JAMBI
1. Gn. Kerinci 3,800 mdpl Kab. Kerinci
2. Gn. Masurai 2,935 mdpl Kab. Merangin
3. Gn. Sumbing 2,507 mdpl Kab. Merangin
4. Gn. Patah Sembilan 1,817 mdpl Kab. Bungo
5. Bt. Gadang 1,325 mdpl Kab. Merangin

BENGKULU
1. Bt. Patah 2,817 mdpl Kab. Bengkulu Selatan
2. Gn. Berpagut 2,732 mdpl Kab. Bengkulu Selatan
3. Gn. Ulupalik 2,492 mdpl Kab. Rejang Lebong
4. Bt. Gadang 2,456 mdpl Kab. Rejang Lebong
5. Gn. Seblat 2,383 mdpl Kab. Rejang Lebong
6. Bt. Dingin 2,020 mdpl Kab. Bengkulu Selatan
7. Bt. Hulu Sulup 1,999 mdpl Kab. Rejang Lebong
8. Bt. Bering 1,987 mdpl Kab. Rejang Lebong
9. Gn. Kayo Aro 1,982 mdpl Kab. Rejang Lebong
10. Gn. Kaba 1,961 mdpl Kab. Rejang Lebong
11. Bt. Hulua air putih 1,856 mdpl Kab. Rejang Lebong
12. Bt. Besar 1,844 mdpl Kab. Bengkulu Utara
13. Bt. Pandan 1,687 mdpl Kab. Bengkulu Selatan
14. Bt. Payung 1,570 mdpl Kab. Bengkulu Selatan
15. Bt. Hitam 1,270 mdpl Kab. Bengkulu Selatan

SUMATERA SELATAN
1. Gn. Dempo 3,159 mdpl Kab. Lahat
2. Gn. Patuh 2,617 mdpl Kab. Muara Enim

LAMPUNG
1. Gn. Pesagi 2,232 mdpl Kab. Lampung Barat
2. Gn. Tebak 2,115 mdpl Kab. Lampung Utara
3. Gn. Tanggamus 2,102 mdpl Kab. Tanggamus
4. Gn. Pugung 1,964 mdpl Kab. Lampung Barat
5. Gn. Rantai 1,882 mdpl Kab. Lampung Selatan
6. Bt. Hulumayus 1,789 mdpl Kab. Lampung Utara
7. Gn. Sekincau 1,718 mdpl Kab. Tanggamus
8. Bt. Rindingan 1,508 mdpl Kab. Tanggamus
9. Gn. Rajabasa 1,281 mdpl Kab. Lampung Selatan.
10. Gn. Tanggang 1,162 mdpl Kab. Lampung Selatan
11. Bt. Panetoh 1,150 mdpl Kab. Lampung Barat

BANTEN
1. Gn. Halimun 1,929 mdpl Kab. Lebak
2. Gn. Aseupan 1,779 mdpl Kab. Pandeglang
3. Gn. Pulosari 1,346 mdpl Kab. Pandeglang
4. Gn. Karang 1,278 mdpl Kab. Pandeglang
5. Gn. Endut 1,207 mdpl Kab. Lebak
6. Gn. Nyuncung 1,045 mdpl Kab. Lebak

JAWA BARAT
1. Gn. Ciremay 3,078 mdpl Kab. Majalengka
2. Gn. Pangrango 3,019 mdpl Kab. Cianjur
3. Gn. Gede 2,958 mdpl Kab. Cianjur
4. Gn. Cikuray 2,841 mdpl Kab. Garut
5. Gn. Papandayan 2,622 mdpl Kab. Garut
6. Gn. Kendang 2,608 mdpl Kab. Bandung
7. Gn. Patuha 2,434 mdpl Kab. Bandung
8. Gn. Malabar 2,321 mdpl Kab. Bandung
9. Gn. Guntur 2,249 mdpl Kab. Garut
10. Gn. Talaga Bodas 2,241 mdpl Kab. Tasikmalaya
11. Gn. Salak 2,211 mdpl Kab. Bogor
12. Gn. Bukit Tunggul 2,209 mdpl Kab. Bandung
13. Gn. Wayang 2,182 mdpl Kab. Bandung
14. Gn. Kencana 2,182 mdpl Kab. Bandung
15. Gn. Galunggung 2,168 mdpl Kab. Tasikmalaya
16. Gn. Waringin 2,140 mdpl Kab. Bandung
17. Gn. Masigit 2,078 mdpl Kab. Bandung
18. Gn. Tangkuban Perahu 2,076 mdpl Kab. Bandung
19. Gn. Tilu 2,040 mdpl Kab. Bandung
20. Gn. Mandalagiri 1,813 mdpl Kab. Garut
21. Gn. Sawal 1,784 mdpl Kab. Ciamis
22. Gn. Cakrabuana 1,721 mdpl Kab. Garut/Kab. Bandung
23. Gn. Tampomas 1,684 mdpl Kab. Sumedang
24. Gn. Sedakeling 1,676 mdpl Kab.Garut
25. Gn. Calancang 1,667 mdpl Kab. Bandung
26. Gn. Mandalayang 1,663 mdpl Kab. Garut/Kab. Bandung
27. Gn. Karacak 1,638 mdpl Kab. Garut/Kab. Tasikmalaya
28. Gn. Endut 1,474 mdpl Kab. Bogor
29. Gn. Cuku 1,467 mdpl Kab. Garut
30. Gn. Malang 1,308 mdpl Kab. Cianjur
31. Gn. Limbung 1,250 mdpl Kab. Garut
32. Gn. Kancana 1,233 mdpl Kab. Cianjur
33. Gn. Bangkok 1,144 mdpl Kab. Tasikmalaya
34. Gn. Halimun 1,089 mdpl Kab. Garut

JAWA TENGAH
1. Gn. Slamet 3,428 mdpl Kab. Banyumas
2. Gn. Sumbing 3,371 mdpl Kab. Wonosobo
3. Gn. Sundoro 3,195 mdpl Kab. Wonosobo
4. Gn. Merbabu 3,142 mdpl Kab. Boyolali
5. Gn. Merapi 2,911 mdpl Kab. Klaten
6. Gn. Perahu 2,565 mdpl Kab. Wonosobo
7. Gn. Rogojembangan 2,177 mdpl Kab. Banjarnegara
8. Gn. Ungaran 2,050 mdpl Kab. Semarang
9. Gn. Muria 1,602 mdpl Kab. Jepara
10. Gn. Rahtawu 1,522 mdpl Kab. Jepara
11. Gn. Simembut 1,308 mdpl Kab. Purbalingga
12. Gn. Joho 1,303 mdpl Kab. Purbalingga
13. Gn. Kumbang 1,216 mdpl Kab. Brebes
14. Gn. Kadaka 1,078 mdpl Kab. Brebes

JAWA TIMUR
1. Gn. Mahameru 3,676 mdpl Kab. Lumajang
2. Gn. Raung 3,332 mdpl Kab. Bondowoso
3. Gn. Arjuno 3,329 mdpl Kab. Malang
4. Gn. Lawu 3,265 mdpl Kab. Ngawi
5. Gn. Welirang 3,156 mdpl Kab. Malang
6. Gn. Argopuro 3,088 mdpl Kab. Jember
7. Gn. Kepolo 3,035 mdpl Kab. Lumajang
8. Gn. Suket 2,950 mdpl Kab. Bondowoso
9. Gn. Butak 2,869 mdpl Kab. Kediri
10. Gn. Merapi 2,800 mdpl Kab. Banyuwangi
11. Gn. Krincing 2,773 mdpl Kab. Jember
12. Gn. Kawi 2,651 mdpl Kab. Blitar/Kab. Malang
13. Gn. Liman 2,563 mdpl Kab. Kediri
14. Gn. Dorowati 2,556 mdpl Kab. Kediri
15. Gn. Jambangan 2,492 mdpl Kab. Jember
16. Gn. Bromo 2,393 mdpl Kab. Probolinggo
17. Gn. Pendil 2,338 mdpl Kab. Bondowoso
18. Gn. Anjasmoro 2,277 mdpl Kab. Malang
19. Gn. Argowayang 2,198 mdpl Kab. Malang
20. Gn. Limas 2,162 mdpl Kab. Kediri
21. Gn. Willis 2,069 mdpl Kab. Kediri
22. Gn. Kelud 1,781 mdpl Kab. Kediri/Kab. Blitar
23. Gn. Lamongan 1,671 mdpl Kab. Probolinggo
24. Gn. Baluran 1,247 mdpl Kab. Situbondo
25. Gn. Gondanglegi 1,095 mdpl Kab. Pacitan

BALI
1. Gn. Agung 3,142 mdpl Kab. Karang Asem
2. Gn. Bataukau 2,276 mdpl Kab. Tabanan
3. Gn. Abang 2,152 mdpl Kab. Bangli
4. Gn. Ponen 2,059 mdpl Kab. Tabanan
5. Gn. Sangiang 2,023 mdpl Kab. Tabanan
6. Gn. Lesong 1,860 mdpl Kab. Bangli
7. Gn. Panulisan 1,717 mdpl Kab. Bangli
8. Gn. Batur 1,717 mdpl Kab. Bangli
9. Gn. Patas 1,414 mdpl Kab. Buleleng
10. Gn. Mesehe 1,300 mdpl Kab. Jembarana
11. Gn. Musi 1,215 mdpl Kab. Jembarana
12. Gn. Seraya 1,174 mdpl Kab. Karang Asem

NTB
1. Gn. Rinjani 3,726 mdpl Kab. Lombok Timur
2. Gn. Kondo 2,947 mdpl Kab. Lombok Timur
3. Gn. Tambora 2,850 mdpl Kab. Dompu
4. Gn. Batu Lanteh 1,730 mdpl Kab. Sumbawa
5. Gn. Aromboha 1,576 mdpl Kab. Bima
6. Gn. Punikan 1,490 mdpl Kab. Lombok Barat
7. Gn. Kuta 1,340 mdpl Kab. Bima
8. Gn. Jaran Pusang 1,283 mdpl Kab. Sumbawa
9. Gn. Wonotokodono 1,254 mdpl Kab. Bima
10. Gn. Dorombolo 1,180 mdpl Kab. Dompu
11. Gn. Dado 1,147 mdpl Kab. Sumbawa
12. Gn. Bersanak 1,132 mdpl Kab. Sumbawa

NTT
1. Gn. Mutis 2,417 mdpl Kab. Kupang
2. Gn. Ranakah 2,400 mdpl Kab. Manggarai
3. Gn. Ineria 2,245 mdpl Kab. Ngada
4. Gn. Timau 1,774 mdpl Kab. Kupang
5. Gn. Kelimutu 1,770 mdpl Kab. Ende
6. Gn. Curunumbeng 1,759 mdpl Kab. Manggarai
7. Gn. Lewotobi 1,704 mdpl Kab. Sikka
8. Gn. Molo 1,636 mdpl Kab. Kupang
9. Gn. Lakaan 1,580 mdpl Kab. Belu
10. Gn. Munde 1,448 mdpl Kab. Manggarai
11. Gn. Muna 1,423 mdpl Kab. Alor
12. Gn. Iya 1,362 mdpl Kab. Manggarai
13. Gn. Beliling 1,300 mdpl Kab. Manggarai
14. Gn. Manggaweti 1,225 mdpl Kab. Sumba Timur

KALIMANTAN BARAT
1. Gn. Bukit Raya 2,278 mdpl Kab. Sintang
2. Bt. Baka 2,228 mdpl Kab. Sintang
3. Gn. Lawit 1,767 mdpl Kab. Kapuas Hulu
4. Gn. Saran 1,758 mdpl Kab. Sintang
5. Gn. Niut 1,701 mdpl Kab. Sambas
6. Gn. Cermaru 1,681 mdpl Kab. Kapuas Hulu
7. Bt. Baluran 1,556 mdpl Kab. Sintang
8. Gn. Bawang 1,442 mdpl Kab. Sambas
9. Gn. Harung 1,359 mdpl Kab. Kapuas Hulu
10. Bt. Tukung 1,175 mdpl Kab. Sintang
11. Gn. Batuesambang 1,170 mdpl Kab. Kapuas Hulu
12. Gn. Butung 1,151 mdpl Kab. Kapuas Hulu
13. Gn. Piyabung 1,130 mdpl Kab. Kapuas Hulu
14. Bt. Tetudung 1,122 mdpl Kab. Sintang

KALIMATAN SELATAN
1. Gn. Besar 1,892 mdpl Kab. Hulu sungai selatan
2. Gn. Bayutawar 1,587 mdpl Kab. Hulu sunga utara
3. Gn. Batu Sungkur 1,200 mdpl Kab. Kota Baru
4. Gn. Aurbunak 1,150 mdpl Kab. Tanah Laut
5. Gn. Pangilingin 1,101 mdpl Kab. Tanah laut
6. Gn. Haung 1,038 mdpl Kab. Hulu sungai utara
7. Gn. Lumut 1,034 mdpl Kab. Tabalong

KALIMANTAN TENGAH
1. Bt. Sepathawung 1,728 Kab. Kapuas
2. Bt. Karung 1,100 Kab. Barito Utara

KALIMANTAN TIMUR
1. Gn. Liang Pran 2,240 mdpl Kab. Kutai Barat
2. Bt. Harun 2,160 mdpl Kab. Nunukan
3. Gn. Menyapa 2,000 mdpl Kab. Kutai Timur
4. Gn. Latuk 1,850 mdpl Kab. Melinau
5. Bt. Batu Tiban 1,740 mdpl Kab. Melinau
6. Bt. Pancungapang 1,728 mdpl Kab. Kutai Barat
7. Bt. Kalung 1,724 mdpl Kab. Malinau
8. Bt. Batuliangmebang 1,724 mdpl Kab. Kutai Barat
9. Bt. Kiung 1,665 mdpl Kab. Malinau
10. Gn. Baayan 1,599 mdpl Kab. Bulungan
11. Bt. Batubrok 1,546 mdpl Kab. Kutai Barat
12. Gn. Sombang 1,450 mdpl Kab. Bulungan
13. Bt. Payang 1,375 mdpl Kab. Kutai Barat
14. Gn. Kaba 1,329 mdpl Kab. Nunukan
15. Gn. Bulu 1,252 mdpl Kab. Malinau
16. Gn. Beratus 1,233 mdpl Kab. Pasir
17. Gn. Lumut 1,233 mdpl Kab. Pasir
18. Gn. Suwaran 1,230 mdpl Kab. Berau
19. Bt. Dindang 1,051 mdpl Kab. Kutai Barat

SULAWESI UTARA
1. Gn Klabat 2,022 mdpl Kab. Minahasa
2. Gn. Gambuta 1,954 mdpl Kab. Bolaang Mangondow
3. Gn. Soputan 1,827 mdpl Kab. Minahasa
4. Gn. Poniki 1,817 mdpl Kab. Bolaang Mangondow
5. Gn. Sinandaka 1,790 mdpl Kab. Bolaang Mangondow

GORONTALO
1. Gn. Rabana 2,500 mdpl Kab. Boalemo
2. Gn. Boliohutu 2,070 mdpl Kab. Gorontalo

SULAWESI TENGAH
1. Gn. Sonjol 3,225 mdpl Kab. Donggala
2. Bt. Waukara 3,127 mdpl Kab. Donggala
3. Gn. Tokala 2,639 mdpl Kab. Morowali
4. Gn. Katopasa 2,636 mdpl Kab. Poso/Kab. Morowali
5. Gn. Ogoamas 2,565 mdpl Kab. Donggala
6. Gn. Tenamatua 2,563 mdpl Kab. Poso
7. Gn. Lompopana 2,480 mdpl Kab. Donggala
8. Bt. Malino 2,443 mdpl Kab. Toli-Toli
9. Gn. Tambusisi 2,422 mdpl Kab. Morowali
10. Gn. Bulutumbu 2,400 mdpl Kab. Banggai
11. Gn. Tumpu 2,400 mdpl Kab. Banggai
12. Gn. Nokilalaki 2,355 mdpl Kab. Donggala/Kab. Poso
13. Gn. Dako 2,304 mdpl Kab. ToliToli
14. Gn. Tentolomantinan 2,300 mdpl Kab. Buol
15. Gn. Watipondo 2,295 mdpl Kab. Poso
16. Gn. Lumut 2,284 mdpl Kab. Poso
17. Gn Tilu 2,226 mdpl Kab. Poso
18. Gn. Tinombala 2,183 mdpl Kab. Toli-Toli
19. Gn. Tinolawe 2,100 mdpl Kab. Donggala
20. Bt. Sidole 2,099 mdpl Kab. Donggala
21. Gn. Salat 2,040 mdpl Kab. Donggala
22. Gn. Gawalisi 2,023 mdpl Kab. Donggala
23. Gn. Air Terang 1,700 mdpl Kab. Toli-Toli
24. Gn. Tumputiga 1,590 mdpl Kab. Banggai
25. Gn. Balantak 1,512 mdpl Kab. Banggai
26. Gn. Karoni 1,422 mdpl Kab. Morowali

SULAWESI SELATAN
1. Bt. Rante Mario 3,430 mdpl Kab. Enrekang
2. Bt. Balease 3,016 mdpl Kab. Luwu Utara
3. Gn. Kambuno 2,950 mdpl Kab. Luwu Utara
4. Gn. Lompobatang 2,870 mdpl Kab. Gowa
5. Gn. Bawakaraeng 2,830 mdpl Kab. Gowa

SULAWESI BARAT
1. Bt. Gandadewata 3,074 mdpl Kab. Mamuju
2. Bt. Tolondokalondo 2,884 mdpl Kab. Mamuju
3. Bt. Kabinturu 2,655 mdpl Kab. Mamuju
4. Bt. Paroreang 2,619 mdpl Kab. Polewali Mamasa
5. Gn. Tirowale 2,106 mdpl Kab. Mamuju

SULAWESI TENGGARA
1. Gn Mengkoka 2,790 mdpl Kab. Kolaka
2. Gn. Watumte 2,499 mdpl Kab. Kolaka
3. Gn. Tangkelemboke 1,782 mdpl Kab. Kolaka
4. Gn. Sambapolulu 1,570 mdpl Kab. Buton
5. Gn Tangkesawua 1,500 mdpl Kab. Kendari
6. Gn. Wani 1,190 mdpl Kab. Muna
7. Gn. Baitu 1,122 mdpl Kab. Kendari
8. Bt. Anggowala 1,000 mdpl Kab. Kolaka

MALUKU
1. Gn. Binaiya 3,019 mdpl Kab. Maluku Tengah
2. Gn. Kaupalatmada 2,429 mdpl Kab. Buru
3. Gn. Sahuai 1,006 mdpl Kab. Maluku Tengah

MALUKU UTARA
1. Gn. Ternate 1,715 mdpl Kab. Maluku Utara
2. Gn. Gamkonora 1,515 mdpl Kab. Maluku Utara
3. Bt. Watowato 1,442 mdpl Kab. Halmahera Tengah
4. Gn. Ibu 1,325 mdpl Kab. Maluku Utara

PAPUA BARAT
1. Gn. Kwoka 3,000 mdpl Kab. Sorong
2. Gn. Umsini 2,950 mdpl Kab. Manokwari
3. Gn. Wasada 1,070 mdpl Kab. Manokwari

PAPUA
1. Pc. Carstensz 4,884 mdpl Kab. Paniai
2. Pc. Mandala 4,760 mdpl Kab. Jaya Wijaya
3. Pc.Trikora 4,750 mdpl Kab. Jaya Wijaya
4. Pc. Yamin 4,595 mdpl Kab. Jaya Wijaya
5. Gn. Yaramniapuka 3,376 mdpl Kab. Mimika
6. Gn. Dom 1,340 mdpl Kab. Yapen Waropen

NOTE: Direktori ini disusun berdasarkan peta-peta atlas terbitan terbaru, jika ada kesalahan pada list ini mohon diberitahukan kepada saya melalui komen dibawah dengan disertai alasan yang kongkrit agar bisa lebih akurat data-data ini.
Arti singkatan:
Gn = Gunung
Bt = Bukit/Buntu
Dk = Dolok
Pc = Puncak

Sumber : http://hendriagustin.wordpress.com