Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan

02 Oktober, 2012

MENJADI PERUSAK TANPA SADAR


            Camping mungkin menjadi kegemaran banyak orang tujuannya pun beragam mulai kegiatan organisasi, atau hanya sekedar bertamasya mencari ketenagan dan menikmati indahnya alam.
Namun tanpa disadari dari kegiatan camping inilah terkadang kerusakan alam dimulai, karena harus di akui yang menggunakan alam sebagai media kegiatan bukan hanya anak-anak pecinta alam. Karena alam adalah tempat yang bebas untuk dimanfaatkan oleh siapa saja termasuk mereka yang hanya bisa menikmati tanpa memperdulikan kelestariannya.
Mari kita coba untuk berhitung dengan rumus simple yaitu (+) gak tau tu symbol benar atau gak dari kaca mata matematika, tapi sudahlah bukan itu poin diskusi kita.
Karena kita akan membahas tentang sampah dan penebangan pohon.
Baiklah kita mulai berhitung:

26 September, 2012

ANTROPOSENTRISME


             Antroposentrisme secara terminologi berasal dari bahasa Yunani Antrophos (Manusia) dan Centrum dari bahasa Latin yang berarti pusat. Dan secara etiomologi adalah sebuah paham yang berpendapat bahwa manusia adalah pusat dari alam semesta. Alam dan segala isinya dalam persfektif antroposentris hanya sebagai nilai instrumental, sebagai objek eksploitasi, dan eksperimen untuk kepentingan manusia.
            Pada dasarnya kerusakan alam yang disebabkan oleh manusia disadari atau tidak berawal dari sebuah paradigma antroposentris ini yang menjadikan manusia sebagai penguasa dan alam sebagai budak yang bisa dikuras tenaganya, hingga dinikmati tubuhnya untuk memenuhi keinginan serta nafsu sang tuan.
Dalam satu pernyataan Aristoteles berkata “ Tumbuhan disiapkan untuk kepentingan binatang dan binatang disediakan untuk kepentingan manusia” dari kalimat diatas dapat disimpulkan bahwa manusia secara hirarki berada di puncak ekosistem.
            Tanah, Air, Udara, Binatang, Tumbuhan semua hanya dipandang sebagai intrumen yang ada untuk mensejahterakan manusia tidak lebih. Dan disinilah insting penjajahan manusia Biologycal Imprialism terealisasi dalam sebuah realitas sejarah dunia.





30 Desember, 2011

GENDERUWO DAN KUNTILANAK PENYELAMAT POHON

            Dulu aku pernah mendengar kisah tentang pohon yang tidak bisa ditebang, setiap kali akan ditebang selalu saja rantai chainshow putus seolah tidak mampu memenggal pohon itu. Pohon itu adalah pohon beringin yang diameternya jika diukur dengan pelukan mungkin membutuhkan 3 orang dewasa sehingga pohon itu bisa tertutup. Pohon yang tingginya sekitar 10 meter itu rimbun dan banyak tali akarnya, sehingga ada seorang Tarzan tinggal di sana dan berbahagia bersama Jane.

19 Maret, 2011

JURNALISME LINGKUNGAN HIDUP


Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: interaksi antarkomponen lingkungan.
• Dampak lingkungan yang merupakan isu sosial, ditulis dalam rubrik lingkungan.

12 Maret, 2011

Mapala Gak Bisa Diatur tapi Teratur

    Mapala, mungkin berbagai macam yang akan tergambar dibenak kita ketika mendengar kata ini. mulai dari mahasiswa yang gemar dengan kegiatan alam bebas, hingga mahasiswa yang hidupnya semaunya tanpa “aturan”.
Tapi apapun asumsi masyarakat tentang mapala, organisasi ini tetap saja diminati mahasiswa, ini terlihat dari tersebarnya organisasi ini hampir disetiap kampus khususnya Banjarmasin.
Demikian juga di IAIN Antasari, Mapala menjadi salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa Khusus (UKMK) yang dapat menjadi pilihan mahasiswa untuk menyalurkan minat dan bakatnya dibidang kepecinta alaman dan olahraga alam bebas. Namun walaupun secara umum Mapala fokus pada Lingkungan, namun di Mapala meratus memilliki tujuan khusus yang sesuai dengan almamater IAIN yaitu yang bernafaskan Islam yaitu Syiar, sebagaimana kepanjangan dari nama Mapala Meratus (Mengembara Untuk Tujuan Syiar).

SEJARAH PECINTA ALAM

            Jika saja kita mau melihat ke masa lalu sebetulnya sejarah manusia erat hubungannya dengan alam. Sejak zaman prasejarah dimana manusia masih berburu dan mengumpulkan makanan (meramu), alam adalah tempat tinggal mereka, tempat mereka bergantung dan hidup. Jajaran pegunungan adalah tempat mereka bersandar, lembah padang rumput merupakan tempat mereka berbaring, sungai adalah tempat mereka melepaskan dahaga, dan goa-goa adalah tempat mereka berlindung dari sengatan matahari dan terpaan hujan. Akan tetapi setelah manusia menemukan kebudayaan dan teknologi, alam menjadi seperti barang aneh dan selalu di eksploitasi. Manusia mulai mendirikan bangunan untuk mereka berlindung, manusia mulai menciptakan barang-barang untuk mendapatkan kemudahan dalam hidup mereka walau mereka tak menyadari barang-barang tersebut dapat mencemari alam.

09 Maret, 2011

ROBOT OTOMATIS PENGUMPUL SAMPAH



        “Buanglah sampah pada tempatnya” adalah sebuah seruan yang pasti sudah tidak asing ditelinga kita. Dari Sekolah dasar hingga perguruan tinggi kata-kata itu pasti sudah melekat di benak kita. Namun kata tetaplah kata terkadang dia hanya melekat tanpa makna sehingga tidak ada niatan untuk melaksanakannya. Demikian juga Hadits Rasulullah SAW “Kebersihan adalah sebagian dari Iman” mungkin menjadi hadits yang paling poluler namun kepoluleran hadits ini tidak berimbang dengan pengamalan di lapangan.
Kampus IAIN Antasari yang dihuni oleh kalangan Intelektual Muslim ini sebenarnya punya modal yang besar untuk menjadi sebuah kampus percontohan dalam hal kebersihan. Karena di lingkungan ini para Mahasiswa, dosen, dan seluruh civitas akademika adalah Muslim dan semuanya tahu dan faham bahwa “kebersihan adalah sebagian dari iman”.
Tapi sayang hal ini tampaknya masih jauh dari harapan. Bagaimana tidak, ketika kita memasuki kampus tidak sedikit sampah yang berserakan, mulai plastik bekas penggemar pentol hingga penggemar tembakau, dari penggemar air mineral hingga penggemar air berwarna, untung saja botol penggemar air kedamaian tidak ada yang berserakan di kampus ini.
Anda tidak percaya? Silahkan observasi langsung ke lapangan.